halida's

my life, my love, and my journey

Episode Kampung Halaman (1): Menelusuri Jejak-jejak Tsunami Juli 3, 2010

Filed under: Jalan-jalan — halida ernita @ 8:28 PM
Tags: , ,

Kali ini aku ingin menuliskan sedikit cerita tentang kampung halamanku Aceh, sudah lama pulang kampung tapi tidak sempat jalan-jalan karena biasanya pulang waktu lebaran. Jadi ketika ke Aceh bulan Mei kemarin, walaupun cuma 4 hari dimaanfaatkan untuk jalan-jalan sepuasnya. Berikut sedikit oleh-oleh ceritanya.

Aceh mengalami musibah tsunami pada tanggal 26 Desember 2004 yang berarti sudah hampir 6 tahun kejadian yang sangat memilukan itu terjadi. Namun, kita masih bisa melihat tempat-tempat yang menggambarkan betapa dasyatnya kejadian tsunami yang sudah meluluhlantakkan Aceh. Dalam perjalanan dari Bandara Sultan Iskandar Muda menuju pusat kota Banda Aceh sekitar 3 km dari Bandara kita bisa melihat kuburan masal Siron tempat terkuburnya puluhan ribu korban tsunami. Tak hanya satu kuburan masal di Banda Aceh tetapi tiga kuburan, satu lagi di daerah Ule-lheue dan satunya lagi di Lhoknga dua daerah terparah terkena tsunami di Banda Aceh.

Kuburan Massal Siron

Kuburan Massal Siron

Kuburan Massal Ulelheue

Kuburan Massal Ulelheue

Foto di bawah adalah foto sebuah kapal PLTD Apung milik PLN yang tadinya ada di lautan namun karena dihempas gelombang tsunami berpindah ke perumahan penduduk, tidak terbayangkan bagaimana kapal sebesar ini bisa berpindah ke daratan. Saat ini sudah dibangun Taman Edukasi Tsunami disebelah kapal ini yang menandakan bahwa tempat ini merupakan salah satu saksi bisu terjadinya tsunami. Kapal ini boleh dinaiki oleh pengunjung. Dari atas kapal kita bisa melihat daerah-daerah sekitarnya yang tadinya semua bangunan hampir rata dengan tanah namun sekarang rumah-rumah penduduk sudah dibangun kembali.

Kapal PLTD Apung

Kapal PLTD Apung

Taman Edukasi Tsunami

Taman Edukasi Tsunami

Kawasan yang terkena tsunami

Kawasan yang terkena tsunami

Untuk mengenang peristiwa Tsunami pemerintah Aceh bersama beberapa LSM membangun museum Tsunami. Museum yang diresmikan pada tanggal 23 Februari 2009 ini memiliki desain menyerupai kapal. Begitu masuk ke dalam museum kita akan melewati The Tunnel of Fear yang merupakan sebuah lorong yang berupa koridor sempit dengan dinding tinggi dan air terjun yang bergemuruh. Efek ini untuk membentuk suasana psikologis dan mengingatkan betapa menakutkannya saat tsunami terjadi.

Museum Tsunami Aceh

Museum Tsunami Aceh

The Tunnel Of Fear

The Tunnel Of Fear

Kemudian kita terdapat ruangan yang disebut Blessing Chamber. Ruangan ini berupa sumur tinggi yang dalam perencanaanya akan dituliskan nama-nama korban bencana pada dindingnya, namun saat aku kesana belum ada. Sumur ini diterangi oleh skylight berbentuk lingkaran dengan kaligrafi Allah SWT, sebagai makna hadirnya harapan bagi masyarakat Aceh.

Blessing Chamber

Blessing Chamber

Di dalam ruang pameran diputarkan video-video kejadian Tsunami dan ditampilkan foto-foto pasca Tsunami. Pengunjung museum tidak hanya wisatawan lokal tetapi banyak juga wisatawan manca negara. Saat ini tiket masuk ke museum masih berupa sumbangan seikhlasnya, mudah-mudahan bangunan museum tetap terjaga dengan baik.

Foto Pasca Tsunami

Foto Pasca Tsunami

Ruang Pameran

Ruang Pameran

Jejak-jejak tsunami ini menggambarkan bagaimana kuasa Allah mendatangkan bencana tsunami untuk mengingatkan manusia yang mungkin lupa pada-Nya atau juga karena Allah terlalu sayang kepada masyarakat Aceh yang sebelumnya terus-terusan berada dalam situasi konflik. Semua itu rahasia Allah, hanya Allah yang tahu.

Waktu terjadinya tsunami

Waktu terjadinya tsunami

 

Mesjid Raya Baiturrahman Juni 18, 2010

Filed under: Jalan-jalan — halida ernita @ 10:34 PM
Tags: , ,

Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, adalah salah satu bangunan di Aceh yang memiliki keindahan dan keelokan arsitektur. Jika orang India bangga dengan Taj Mahal, maka orang Aceh bangga dengan masjid ini. Sejarah dan masa depan sepertinya sedang bercakap-cakap di masjid itu sekarang. Masjid dengan tiang 280 buah ini adalah saksi perjalanan sejarah Aceh. Masjid ini juga menjadi tempat berlindung dari sapuan tsunami.

Mesjid Raya Baiturrahman

Mesjid Raya Baiturrahman

Tiang-tiang dalam Mesjid

Tiang-tiang dalam mesjid

Bagian Dalam Mesjid

Bagian Dalam Mesjid

Inilah masjid sejarah dan saksi bisu perjalanan Islam di Nusantara. Saksi bisu perjuangan rakyat Aceh. Menurut sejumlah literatur, masjid ini dibangun pertama kali pada 1292 M atau 691 H, oleh Sultan Alaidin Mahmud Syah I, cucu Sultan Alaidin Johan Syah. Namun ada yang menyebut usianya jauh lebih muda karena dibangun di zaman Sultan Iskandar Muda (1607-1636). Pada saat pertempuran dengan Belanda, Belanda pernah membakar masjid ini pertama kali pada 14 April 1873, tatkala serangan cepat dan besar-besaran mereka lakukan terhadap pejuang Aceh. Karena tak bisa merebut, Belanda pun membakarnya. Dalam pertempuran tersebut salah satu Jenderal Belanda yaitu Mayor Jenderal Kohler tewas di tempat ini.

Sejak diberlakukannya syariat Islam di Aceh, setiap orang yang memasuki areal mesjid diharuskan menggunakan busana muslim / muslimah.

Bagi anak-anak, masjid ini sekaligus dijadikan lokasi bermain seusai mengaji di TPA masjid yang sama. Anak-anak Aceh mendapat “bimbingan” karena kehadiran masjid cantik tersebut di tengah-tengah mereka. Tak lengkap kalau ke Banda Aceh, jika tidak mampir atau shalat di masjid ini. Jika masuk ke dalam, kesejukan dengan cepat menjalari tubuh kita. Keindahan masjid yang menjadi icon Aceh ini dapat dinikmati baik pada siang maupun pada malam hari.

Mesjid Raya Baiturrahman di saat malam

Mesjid Raya Baiturrahman di saat malam

Menara Mesjid di malam hari

Menara Mesjid di malam hari

 

Indoor Park – Trans Studio Makassar Januari 29, 2010

Filed under: Jalan-jalan — halida ernita @ 10:37 PM
Tags: ,

Masih bagian dari perjalanan workshop yang diceritakan sebelumnya, hari ke-2 workshop team workshop diajak jalan-jalan oleh tuan rumah ke trans studio. Setelah jam kantor selesai sekitar pukul 5 WITA kita berangkat, sesampainya di luar kantor kita sudah ditunggu oleh bis trans studio, ternyata trans studio punya bis yang mengangkut pengunjung.   Tetapi dari kantor kita tidak langsung menuju TKP, kita ke hotel dulu untuk mengganti kostum dan meletakkan barang-barang. Dari hotel ternyata lokasinya tidak terlalu jauh, kira-kira ditempuh dalam waktu 20 menit. Saat itu hujan turun dengan deras disertai angin, berhubung trans studio itu indoor jadi kita tidak khawatir acaranya akan batal.  Itulah salah satu kelebihannya.

Begitu masuk ke dalam trans studio kita serasa masuk ke dalam sebuah mall, dengan layar-layar besar yang menampilkan kilasan acara-acara trans tv.

Untuk masuk ke dalam arena trans studio kita harus membayar tiket masuk sebesar Rp 100.000. Akan tetapi cara pembayarannya dengan menggunakan kartu studio pass. Jadi kita membeli kartu studio pass ini dengan harga Rp 100.000 untuk tiket masuk dan gratis menaiki 15 wahana. Kemudian kita bisa mengisi ulang kartu ini untuk melakukan pembayaran jika ingin membeli makanan dan barang serta menaiki beberapa wahana yang tidak gratis. Jadi bisa dibilang kartu studio pass ini merupakan pengganti uang tunai.

Wahana yang pertama aku naiki adalah Hollywood Bumper Car yaitu permainan boom-boom car, itu pertama kalinya aku bermain boom-boom car. Jadi sempat panik karena tidak bisa mengemudikan mobil dengan benar, hasilnya nabrak terus, setelah berusaha memutar setir sekuat tenaga akhirnya berhasil jalan walaupun tetap saja banyakan nabraknya. Kemudian aku berpindah ke wahana berikutnya, berusaha mencari yang lebih seru. Aku kemudian memilih Putar-petir yaitu permainan mengitari bola raksasa sambil berayun-ayun naik turun. Kelihatannya tidak seram, tapi begitu sudah mulai berayun-ayun kencang sanggat memacu adrenalin.

Hollywood Bumper Car

Putar Petir

Jam 7 malam ada pementasan teater musikal ala broadway di Trans city Theater yang berjudul Jason Mencari Cinta. Jika di dufan ada pementasan Rama dan Sinta maka ini bentuk lainnya. Selesai menonton teater aku mencoba menaiki Grand esia studio View, permainan yang berbentuk kincir raksasa, yang berputar hanya dua kali dengan lambat, sehingga kita bisa melihat Trans Studio dari atas walaupun tidak sepenuhnya keliatan semua.

Pementasan Jason Mencari Cinta

Grand Studio Esia View

Pemandangan trans studio dari atas Kincir

Berikutnya aku masuk ke wahana Safari Track, sempat terpikir bakal masuk ke suatu wahana yang seram dan seru, ternyata hanya mengitari hutan-hutanan yang ada hewan-hewanannya. Terakhir aku menaiki wahana Magic Thunder Coaster yaitu roaller coaster yang meluncur mengitari menara big ben. Thunder Coaster ini tidak termasuk yang gratis, jadi aku membayar lagi sebesar Rp 25.000 untuk satu kali naik, tapi tidak mengecewakan walaupun bayar  =)

Karena sudah letih akhirnya aku hanya berfoto-foto saja, sambil menunggu yang lain selesai bermain. Ternyata sudah jam ½ 9, berhubung hari kerja trans studio tutup jam 9, jadi kita bersiap-siap untuk pulang. Penutup malam itu, ternyata ada street performance yang menampilkan berbagai tarian dan pertunjukan ala trans tv. Selesai berfoto-foto dengan para pemain street performance yang katanya asli orang Makassar kita beranjak pulang. Team workshop kembali diantarkan ke hotel dengan bis trans studio.Tiba  di hotel saatnya untuk istirahat dan memulihkan energi untuk kembali bekerja besok.

 

Bekerja dan Berwisata di Negeri Hasanuddin Januari 20, 2010

Filed under: Jalan-jalan — halida ernita @ 6:22 PM
Tags: , , , ,

Awal Januari kemarin aku diberikan tugas dari kantor untuk workshop di kota kelahiran Sultan Hasanuddin yaitu kota Makassar atau dikenal juga dengan Ujungpandang.  Karena tujuan utamanya adalah bekerja sehingga tidak sempat jalan-jalan keliling Makassar dengan puas. Beruntungnya hotel tempatku menginap berada di dekat Pantai Losari jadi bisa melihat pantai setiap hari. Pada saat aku berada di sana sedang musim hujan,  setiap hari hujan turun dengan derasnya disertai angin kencang dari laut sehingga udara terasa dingin sekali. Aku tidak tahu sebenarnya udara Makassar itu sepanas apa ya, apakah mendekati Jakarta 🙂 ?

Hari terakhir workshop alhamdulillah udara cerah, dan ini tidak dilewatkan oleh team workshop untuk singgah pada saat perjalanan menuju kantor  di Pantai Losari untuk berfoto. Pantai Losari ini sudah direklamasi sehingga kita tidak bisa bermain-main dengan pasir putih pantai.  Pantai ini ramai dikunjungi pada sore hari dan di saat cuaca cerah.

Pantai Losari

Pemandangan Kota Makasar dari atas Kanwil

Pemandangan dari Lantai 2 hotel di saat hujan deras

Selagi di Makassar aku tidak melewatkan kesempatan untuk wisata kuliner. Aku sempat mencicipi pisang epe yang banyak dijual di pinggir jalan sekitar Pantai Losari. Pisang epe biasanya dijual pada malam hari ini. Pisang epe adalah makanan khas Makassar yang terbuat dari pisang kepok setengah matang yang dibakar kemudian digeprek, dan dilumuri saus gula merah. Pisang epe memiliki 4 pilihan rasa yaitu coklat keju, keju, durian, dan original. Rasa yang paling aku suka adalah coklat keju karena rasanya yang tidak terlalu manis. Penganan khas Makassar lainnya yaitu Jalang Kotek. Jalang Kotek ini mirip dengan pastel  bahkan mungkin sama, aku belum bisa membedakan. Hanya saja Jalang Kotek dimakan dengan sambal khas Makassar yang biasanya dimakan dengan otak-otak. Makassar memang terkenal juga dengan otak-otaknya. Otak-otak ikan tenggiri nya memang dicari-cari wisatawan di kota Makassar, terutama untuk dijadikan oleh-oleh karena rasanya yang mantap dan sangat terasa ikannya.

Jalang Kotek

Makanan laut alias seafood di sini masih segar-segar karena kota Makassar sangat dekat dengan laut. Setiap hari makanan yang disuguhkan di kantor pada saat workshop tidak jauh-jauh dari seafood, mulai dari sop seafood, udang goreng, dan tidak pernah ketinggalan ikan kakap berukuran besar yang katanya dimasak rica-rica.

Hari terakhir team workshop diajak makan siang di sebuah restoran khas Makassar yang bernama Ulu Juku.  Restoran ini menjual kepala ikan Kakap merah, Kakap Putih, dan Gurame. Hanya kepala ikan tanpa badannya, karena begitulah khasnya. Aku memesan Pallumara Kakap Merah, rasanya seperti sop tapi berwarna kuning dengan rasa sedikit asam dan pedas. Kuahnya enak, berhubung aku tidak suka kepala ikan jadinya tidak terlalu menikmati. Selain dimasak Pallumara ada juga yang digoreng dan digulai, aku juga sempat mencoba yang goreng dan rasanya lebih enak karena ikannya lebih matang dan gurih.

Malam harinya team workshop kembali diajak makan malam khas Makassar, kali ini kita mengunjungi restoran Dinar. Restoran ini menjual berbagai macam seafood. Malam itu kita memesan beberapa macam ikan bakar seperti bawal dan baronang dan ditemani sayur kangkung serta tumis toge. Restoran ini padat pengunjung mungkin karena saat itu adalah malam Sabtu.

Sebelum pulang ke Jakarta tidak lupa untuk berburu oleh-oleh khas Makassar seperti sutra bugis, minyak tawon, sirup markisa, otak-otak dan lain-lain. Di jalan Somba Opu tidak jauh dari pantai Losari, terdapat banyak toko souvenir khas Makasar dengan harga yang bervariasi.

Setelah seminggu akhirnya kembali lagi ke Jakarta.  Jakarta –Makassar ditempuh sekitar 2 jam dengan pesawat udara  dan terdapat perbedaan waktu 1 jam antara Jakarta dengan Makassar  (pengumuman ala pramugari🙂 )

 

Bogor Botanical Garden a.k.a Kebun Raya Bogor Desember 29, 2009

Filed under: Jalan-jalan — halida ernita @ 8:49 PM
Tags: , ,

Seorang karyawan sebuah perusahaan mengajak jalan-jalan seorang asing yang merupakan rekan bisnisnya.

Karyawan : Sir, what place do you want to visit in Jakarta?

Bule : I want to go to Botanical Garden in Bogor, i read an article about this place .  That’s not far from Jakarta, right?

Karyawan: Yes, Bogor just take 1 hours from Jakarta. But I never heard about Botanical Garden in Bogor before. There isn’t botanical garden in Bogor. Maybe you are wrong sir, it is not in Bogor.

Akhir cerita, si bule tidak jadi jalan-jalan ke Botanical Garden karena si karyawan tidak tahu jika Botanical Garden itu adalah Kebun Raya Bogor. Si karyawan baru mengetahui hal tersebut setelah dia bercerita kepada temannya.

Lokasi Kebun Raya

Orang Indonesia memang lebih mengenal tempat wisata terkenal di Bogor ini sebagai Kebun Raya Bogor. Kebun Raya Bogor merupakan salah satu paru-paru kota Bogor, di kebun raya ini terdapat ribuan jenis pepohonan dari dalam dan luar negeri. Tanaman yang terkenal antara lain bunga bangkai, teratai raksasa, serta berbagai jenis anggrek. Awal mula dibuat tujuan utama kebun ini adalah tempat penelitian dan pelestarian berbagai jenis tanaman tropika.  Akan tetapi masyarakat lebih mengenal kebun raya sebagai tempat wisata. Kebun raya bogor memang tempat yang cocok untuk berpiknik bersama keluarga atau teman-teman selain tempatnya yang adem dan lahannya juga luas mencapai 80 hektar. Jangan khawatir takut kelelahan berjalan, karena disediakan kendaraan yang bisa disewa untuk berkeliling atau jika menggunakan mobil pribadi kita juga bisa bebas berkeliling.

Teratai raksasa

Piknik Bersama Keluarga

Udara di kebun raya yang segar membuat kita tidak menyadari berada di tengah kota Bogor yang saat ini padat oleh angkot-angkot berwarna hijau dan biru. Selain piknik, anak-anak sekolah juga sering melakukan kunjungan untuk mempelajari berbagai macam flora yang ada disini. Kebun raya Bogor ini letaknya bersebelahan dengan istana bogor. Sayangnya istana ini hanya buka pada acara-acara tertentu saja, seperti hari ulang tahun kota bogor. Kebun raya bogor merupakan salah tempat yang menarik untuk dikunjungi, tempatnya mudah dijangkau dan tiket masuknya juga hanya 9.500 rupiah per orang. Mudah-mudahan pemerintah kota Bogor terus giat memelihara tempat ini agar tetap menarik dan tidak mengurangi fungsi utamanya sebagai tempat penelitian sekaligus paru-paru dunia ini.

Patung pendiri kebun raya bogor

Pohon yang usianya sudah ratusan tahun

Taman

Istana Bogor

Hijaunya menyejukkan

 

Sate Kambing Pejompongan September 27, 2009

Filed under: Jalan-jalan — halida ernita @ 3:24 PM
Tags: ,

Di daerah pejompongan ada sebuah warung penjual sate kambing. Warung ini tidak pernah sepi pengunjung. Karena penasaran akhirnya aku mencoba ke tempat ini. Makanan utama yang dijual di sini memang sate kambing, tapi ada makanan pelengkap seperti tahu dan otak-otak. Sate kambingnya enak begitu juga tahunya, sayang aku tidak sempat mencoba otak-otak. Tapi ketika akan membayar aku kaget ternyata harga satenya mahal sekali, tidak sama dengan harga sate kambing yang pada umumnya berkisar antara Rp 12.000- Rp 20.000. Harga satu porsi sate kambing yang terdiri dari 12 tusuk sate adalah Rp 32.000. Mungkin harga memang tidak pernah bohong :p

Sate Kambing

Tahu

 

Sedekah memang Ajaib!!

Filed under: Life — halida ernita @ 2:23 PM
Tags: ,

SedekahSewaktu bulan Ramadhan aku mengikuti sebuah pengajian yang membahas sedekah. Sedekah itu katanya ajaib, uang kita tidak akan pernah berkurang dengan sedekah, justru akan bertambah. Allah akan mengembalikan uang yang kita sedekahkan. Jika kita bersedekah tapi tidak ikhlas Allah tetap akan mengganti tetapi dalam jumlah yang sama dengan yang kita sedekahkan, tetapi jika kita bersedekah dengan ikhlas maka Allah mengganti dalam jumlah yang berlipat ganda. Jika kita mengalami hal yang tidak baik, maka kita harus mengevaluasi diri kita apakah kita sudah bersedekah. Misalkan ketika kita dicopet di bis, kenapa yang dicopet kita padahal banyak orang lain dalam bis, salah satu penyebabnya adalah karena disitu masih ada rizki orang lain yang belum kita sedekahkan.

Malam setelah mengikuti pengajian itu, aku berpikir sepertinya aku sangat kurang bersedekah, hari ini aku belum bersedekah dan dimana aku bisa bersedekah sekarang. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarku, ketika aku membuka pintu ternyata teman sekosanku yang datang, dia  bilang “Mbak, aku sama teman-teman kampus mau ngadain sahur bersama anak jalanan, jadi mbak kita jualan mawar untuk ngumpulin dana. Mbak mau nyumbang? “  Subhanallah, Allah benar-benar mendengar kata hatiku, dan membuka jalan untukku beramal. Esoknya balasan itu juga benar-benar ada, temanku memberikan oleh-oleh sebuah barang yang memang sedang aku butuhkan. Subhanallah lagi, rahasia Allah tidak pernah kita duga.

Pengalaman tidak menyenangkan karena kurang bersedekah dialami oleh abangku. Suatu malam ketika shalat tarawih di mesjid Istiqlal, ketika mau bersedekah abang melihat ternyata dalam dompetnya tidak ada uang kecil, dan menanyakan padaku apakah ada uang kecil. Aku bilang “udah bang yang itu aja, masak sedekah pake uang kecil”. Akhirnya dia menyedehkan uang besarnya itu, setelah itu dia bilang padaku, “gapapa uang kecil kan yang penting ikhlas, daripada besar terus gak ikhlas”. Saat itu aku hanya senyum saja. Besoknya Allah lagi-lagi menunjukkan pada ku bagaimana ajaibnya sedekah. Sore itu aku dan abang buka bersama dengan teman-temanku di sebuah mall di kawasan Senen, ketika shalat magrib di mushala abang kehilangan sendalnya yang memang masih lumayan baru dan bagus. Aku senyum dan bilang “Bang itu karena sedekah gak ikhlas jadinya gitu, coba kenapa sendal abang yang diambil bukan punya teman-teman yang lain?”. Abang mengiyakan pernyataan ku dan tidak bisa mengelak lagi kemudian tersenyum. Dan ternyata cobaan tidak sampai disitu saja, keluar dari mall ban motor yang kita naiki bocor, padahal sebelum berangkat tadi sudah kempes dan sudah diisi angin. Setelah ban ditambal, perjalanan dilanjutkan lagi. Sampai di depan Senayan ban motor bocor lagi karena ban luarnya memang sudah tipis dan sehingga ketika melewati lubang dijalan ban dalamnya bocor lagi. Ini benar membuat kita bingung karena waktu itu sudah pukul 9 malam, dan tidak ada tukang tambal ban yang buka lagi. Akhirnya dengan putus asa kita berusaha jalan pelan-pelan, siapa tau ketemu. Alhamdulillah di depan halte bis senayan ada bapak-bapak tukang tambal ban, dan akhirnya ban dalamnya diganti karena tidak bisa ditambal lagi.  Alhamdulillah ada pertolongan Allah setelah diuji.

Benar-benar ajaib kan sedekah itu. Cerita ini tidak bermaksud ria, hanya ingin berbagi sedikit pengalaman. Mudah-mudahan memotivasi yang membaca untuk bersedekah.